Penjual Siomay Terpeleset Hingga Alami Luka Bakar Di Sekujur Tubuh Akibat Tidak Tertibnya Armada Material Pertambangan Galian C - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Kamis, 05 Desember 2024

Penjual Siomay Terpeleset Hingga Alami Luka Bakar Di Sekujur Tubuh Akibat Tidak Tertibnya Armada Material Pertambangan Galian C


Banyuwangi, Metro Jatim;
Carmat (50) seorang pengendara motor yang berprofesi sebagai penjual Siomay keliling mengalami musibah terpeleset dari kendaraannya yang disebabkan ceceran pasir yang berserakan disepanjang jalan. Hal ini disebabkan karena tidak tertibnya armada material dari pertambangan galian c yang kerap abaikan aturan ODOL (Over Dimension Over Load), terjadi kecelakaan tunggal di jalan Desa Pengatigan Kecamatan Rogojampi, tepatnya di sekitar Dusun Cangkring dan Dusun Blumbang. Diketahui Pria asal Desa Bangunsari ini, dalam kesehariannya menjual dagangannya disekitar lapangan Lugjag.


Menurut istri korban, kejadian tersebut terjadi ketika suaminya perjalanan pulang sehabis berjualan. Senin Sore (02/12/2024). Carmat biasa melintas lewat jalan raya Desa Pengatigan arah Songgon, kebetulan disekitar dusun cangkring kan banyak pertambangan pasir, banyak kendaraan pasir itu yang membawa muatan lebih dan berserakan disepanjang jalan.


Istri Carmat mengatakan, "Saat disekitar dusun Blumbang, motor yang dikendarai suami saya terpeleset pasir dan kerikil yang berserakan ditengah jalan tersebut. sehingga dianya terjatuh. Na'asnya, kuah panas dalam rombong jualannya tumpah mengenai sekujur tubuhnya sehingga mengakibatkan luka bakar serius," ungkapnya.


Setelah kejadian itu, Carmat pun segera di larikan ke Rumah Sakit Blambangan Banyuwangi setelah mendapat rujukan dari PKU Muhamadiyah Rogojampi.


Tidak hanya dilokasi itu, perlu diketahui pertambangan galian c di kabupaten Banyuwangi kini semakin menjamur, dampak lingkungan yang terjadipun hampir merata disekitar lokasi pertambangan, dari data yang dihimpun awak media ada sekitar belasan titik galian c di lima kecamatan, diantaranya Songgon, Singojuruh, Rogojampi, Blimbingsari dan Srono.


Akibat menjamurnya pertambangan galian c dan kurang tertibnya armada pengangkut material, selain berdampak pada kondisi jalan, seperti ceceran pasir bahkan kerusakan jalan dengan kondisi penuh lubang yang kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas, juga dapat memberikan dampak buruk bagi ekologi alam bahkan juga dapat merusak kualitas udara disekitar jalan, lantas siapa yang harus bertanggung jawab? Kemana APH? (Herman)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini