Josiah Michael: Gubernur wajib fokus terhadap pembangunan Jawa Timur, bukan Rendang Babi

Josiah Michael, Politisi PSI, Anggota Komisi A DPRD Surabaya.
banner 468x60

Surabaya Metrojatim.com – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tiba-tiba mengunjungi salah satu Rumah Makan Padang di kawasan Kertajaya Indah, Surabaya.

Kunjungan Gubernur tersebut hendak memastikan tidak ada olahan makanan non halal seperti rendang babi hingga gulai babi yang dijual.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat dari viralnya informasi yang beredar. Katanya ada rendang babi di restoran padang. Kalau rumah makan padang atau namanya Minang jadi rumah makan ini dijamin kehalalannya,” kata Khofifah di lokasi, Sabtu (11/6/2022).dikutip dari detik.com

Khofifah mengaku sudah menanyakan ke pemilik rumah makan apakah yang bersangkutan menjual babi?

“Saya tadi sempat bertanya ke pemilik, dan mereka menjamin bahwa memang rumah makan padang tidak menjual makanan non-halal,” Kata Khofifah lagi.

“Dari situ saya juga sampaikan, agar memberi kenyamanan dan keamanan ke konsumen, paling tidak di depan rumah makan dipasang stiker atau imbauan bahwa 100 persen halal,” sambungnya.

Menurut Khofifah, jaringan rumah makan Padang di Indonesia sangat kuat. Bahkan hampir di setiap kabupaten/kota selalu ada rumah makan padang. Termasuk di Surabaya.

Menyikapi hal itu, Josiah Michael sangat menyesalkan statement Gubernur karena bisa menyesatkan.

” Kalau kita lihat yang beliau lakukan berdasarkan laporan media,’ kata Josiah kepada media, Minggu 12 Juni 2022, di Surabaya.

Menurut anggota DPRD Surabaya dari PSI ini, reaksi Gubernur berlebihan, seolah – olah ada peredaran daging rendang yang menggunakan daging babi secara diam diam. Padahal yang terjadi di jakarta konteksnya adalah penjual sudah menyatakan bila yang dijual itu babi.

” Kita ga tau apa maksud bu Khofifah, entah tidak paham permasalahan atau memang ada tujuan lain, ” Tanya Josiah.

” Saran saya sebaiknya ga perlu ikut ikut urusan tersebut, ” Tambahnya.

Anggota Komisi A DPRD ini menyarankan, seharusnya sebagai Gubernur, Khofifaj melakukan hal- hal yang lain yang lebih bermanfaat ketimbang membuat masyarakat tambah resah.

” Contohnya, pemprov perlu melakukan pemberian screen sampah terhadap sungai yang dibawah pemprov untuk mengurangi pencemaran air laut, ” Terang Josiah.

Mengingat, menurut penelitian Teknik Lingkungan ITS, sekitar 2% sampah yaitu sekitar 40 ton sampah masuk ke laut melalui sungai dan kegiatan pesisir.
Sungai-sungai di Surabaya sudah dipasang screen sehingga diduga kebocoran dari sungai yang dikelola pemprov.

Josiah kembali menegaskan agar Gubernur Jawa Timur melakukan hal-hal yang lebih penting dari pada mengurusi hal remeh dan sebenarnya tidak ada masalah ini.

” Gubernur wajib fokus terhadap pembangunan Jawa Timur, bukan malah ngurusi hal-hal remeh seperti Rendang Babi yang sebetulnya tidak ada masalah, ” Pungkas Josiah. (MJ/02)

Share and Enjoy !

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.