Walk Out, Mp3 Sebut Anggota Dewan Tak Punya Etika, Jangan Seperti Anak Tk

Pansus Tatib
banner 468x60

Surabaya  – Walk Out! Merasa tidak puas dan keukeuh pertahankan pertahanakan kesra di Komisi D DPRD Surabaya. Khusnul Khotimah ngeloyor pergi tinggalkan rapat pansus. Rapat bersama pakar tersebut, guna mencari solusi dan minta pendapat terkait Tatib.

Perilaku rapat yang tak patut di contoh tersebut, memantik sejumlah kalangan. Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3) Jawa Timur sebut anggota dewan tak punya etika.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Koordinator Wilayah (Korwil) MP3 Jatim, Boby Wijono, mengatakan, sangat menyayangkan perilaku dewan tersebut. Seorang pakar hadir untuk mencari solusi, supaya pansus cepat kelar.

“Tak etis, sebagai tuan rumah harusnya menghormati tamu. Sia-sia mendatangkan pakar. Kalau mau pertahankan pendapat beri argumen yang logis. Jangan seperti anak TK gondok kehilangan permen. Mungkin gaji di kira dari uang sinoman kematian,” ungkapnya dengan ada kesal, Rabu, (6/4/2022)

Kemudian, lanjut Boby, anggota ngeloyor pergi saat rapat berlangsung. Tanpa alasan, pasca sampaikan pendapat lalu tinggalkan tempat pertemuan.

“Perilaku anggota dewan seperti tidak patut di tiru, karena tidak menghargai lembaganya sendiri sebagai wakil rakyat. Pertanyaannya apakah bijaksana, keluar meninggalkan rapat tanpa alasan adalah sikap tidak beretika dan cerminan dari seorang ketua Komisi yang tidak menghargai lembaga DPRD,” tuturnya.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya, Agung Prasodjo, menyesalkan peristiwa yang seharusnya tak perlu terjadi dalam gelaran rapat tersebut. Yakni, sikap Khusnul Khotimah yang setelah menyampaikan pendapat di hadapan pakar. Selesai berpendapat, pergi tanpa izin dan tidak kembali, Senin, (28/3).

“Ini sangat kami sesalkan ketika rapat, jangan begitulah. Apa yang dilontarkan saat itu. Ia tetap bersikukuh kalau komisi D tetap menjadi komisi kesra, setelah itu pergi itu kan tidak elok. Disitu ada pakar ada pimpinan pansus tau2 tanpa ada alasan langsung pergi,” bebernya.

Kekesalan rekan sejawat tak berhenti di situ. Senada, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono, mengatakan, seharusnya ketika terjadi walk out harus bisa memberi alasan yang tepat. Dan hal tersebut harus tetap bisa di pertanggungjawabkan.

“Tapi kalau asal walk out saja dan tidak bisa di pertanggungjawabkan, juga masih di pertanyakan di dalam rapat tersebut,” tegasnya. (red)

Share and Enjoy !

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.