Lucu! Bangli Bikin Kumuh dan Banjir, Camat Sukolilo Suruh Lapor Polisi

lucu
Ilustrasi
banner 468x60

Metrojatim Surabaya – Lucu, ada-ada saja ulah dan sikap Camat yang satu ini. Hanya karena Bangunan liar (Bangli) berdiri bukan diatas tanah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dianggap bukan urusan pemkot. Akan tetapi, malah disuruh lapor polisi. Mungkinkah, sebuah bangunan melakukan tindak pidana. Aneh, siapakah camat itu?

Wakil ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, Mahfudz, menerima secara langsung wadulan warga Gebang Putih terkait pembiaran sebanyak 60 Bangli yang berada di kelurahan Gebang Putih kecamatan Sukolilo Surabaya, Selasa 25 Januari 2022.

Pada kesempatan itu, Sueb, salah seorang tokoh masyarakat setempat menceritakan bahwa adanya bangunan liar tersebut berdiri diatas fasilitas umum (Fasum) jalan milik pengembang perumahan yang sudah diserahkan ke pemkot secara administrasi.

” Tapi secara fisik masih dalam proses sehingga disitu ada saluran yang diklaim oleh oknum warga yang mengatasnamakan warga pogot, ” Ungkapnya, di Ruang Fraksi PKB DPRD Surabaya,

Hingga beberapa waktu, dilokasi mulai dibangun sampai 60 petak bangunan semi permanen yang kemudian disewa-sewakan untuk kegiatan bisnis, sehingga di wilayah RW 3 terlihat kumuh. warga juga menyayangkan dengan adanya kegiatan liar tersebut, beberapa pohon telah ditebang tanpa ijin.

Sueb juga mengaku tetap patuh terhadap surat kami dengan rujukan Perda Terkait IMB dan tata ruang bangunan liar yang fungsinya bukan untuk di fasum. Tetapi dengan berjalannya waktu surat kami itu kurang ditindaklanjuti dengan baik.

” Cuma dihari setelah itu kami dipanggil oleh sekcam untuk bertemu ibu camat, ” Ujarnya.

Masih kata Sueb, tepat pada 21 Oktober habis maghrib, memang diadakan pertemuan camat dengan tokoh masyarakat. Disitu camat menyampaikan bangli yang berdiri, bukan diatas tanah aset pemerintah kota, maka dari itu bukan urusan Pemkot tapi urusan dengan pihak kepolisian sehingga pengembang disuruh lapor ke polisi.

” Disini kami merasa diciderai oleh kalimat yang disampaikan oleh camat sukolilo, yakni tidak berdiri di aset Pemkot. Tetapi kami tetap berupaya bangli tersebut harus segera ditutup dan di bongkar, ” Tegas Sueb.

Warga Gebang Putih, menurut Sueb tetap berupaya berjuang meminta kepada pemkot dan kecamatan untuk menegakkan aturan.

” Jika perlu kita akan Demi, tapi untuk sementara kami hanya meminta kepada pemkot supaya bisa melakukan sidak ke kelurahan gebang putih untuk melihat langsung,” Katanya.

” Disini kami wadul kepada Fraksi PKB sebagai Wakil Rakyat, dan berharap agar bisa menyampaikan kepada Walikota Surabaya sehingga segera ada penyelesaian, ” Imbuh Sueb.

Sementara itu, dihadapan para warga Gebang putih, Wakil Ketua Fraksi PKB Mahfudz minta pak walikota segera memecat oknum camat model seperti itu.

” Bangli itu juga urusan pemerintah kota apalagi ini salah satu penyebab banjir di musim hujan, ” Tegasnya.

” Ada 60 titik bangli yang dibiarkan begitu saja oleh camat sukolilo ini ada apa? Masak warganya di biarkan ya banjir gara-gara ini, ” Tambah Sekretaris komisi B ini.

Terkait hal ini, Mahfudz meminta Eri Cahyadi sebagai wali kota Surabaya bisa tegas terhadap camat-camat seperti ini.

” Jangan terus ngomong, ini bukan urusan saya sebagai camat. Ojok ngomong koyok ngono, selesaikan urusan kayak gini ngapain dilemparkan ke kepolisian kecuali warga ini kemalingan lapor ke polisi, ” Cetusnya.

Masih Mahfudz, Pak Eri selalu mengajak seluruh stakeholder untuk menyelesaikan masalah banjir. Tetapi hal seperti ini kok dibiarkan.

‘ Gimana mau menyelesaikan kasus besar, saya yakin pak walikota punya konsep yang bagus tapi urusan cilik kayak gini tidak bisa, Terus Mau Ngonsep Apa ?” Selorohnya.

Diakhir pernyataannya, Mahfudz berharap kalau memang ada camat yang tidak bisa bersinergi dengan walikota untuk menyelesaikan urusan banjir, bisa ditinjau kembali.

” Ganti aja dengan Lurah yang bagus, dan Camat yang dijadikan staf di kelurahan, ” Pungkas Mahfudz geram. (mj/ds)

Share and Enjoy !

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.