Kyai Pencetus Fatwa Fardhu Ain di Pilgub Jatim Hadiri Kampanye Khofifah

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

METROJATIM PROBOLINGGO – Fatwa fardhu ain (wajib bagi setiap umat Islam) untuk memilih Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah menuai polemik di masyarakat. Salah seorang pencetusnya, yaitu KH Asep Saifuddin Chalim, tampak hadir dalam kampanye Khofifah-Emil di Probolinggo, Sabtu (23/6/2018).

Pantauan redaksi, pengasuh Ponpes Ammanatul Ummah Mojokerto tersebut ikut memimpin kampanye pasangan yang diusung Partai Demokrat, Golkar, PAN, dan NasDem tersebut.

”Kita semua mendoakan agar Ibu Khofifah bisa menang memimpin Jawa Timur,” kata Kiai Asep.

Seperti diberitakan dan ramai dibicarakan di media sosial, fatwa fardhu ain memilih Khofifah dihasilkan dalam pertemuan di Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto, yang diasuh KH Asep Saifuddin Chalim, 3 Juni lalu, dengan surat fatwa bernomor 1/SF-FA/6/2018. Khofifah hadir dalam pertemuan itu.

Fatwa menyebutkan, wajib hukumnya bagi setiap umat Islam (fardhu ain) untuk memilih Khofifah. Dalam Islam, jika kita meninggalkan aktivitas yang hukumnya fardhu ain, maka akan dilaknat dosa oleh Allah SWT, sebagaimana jika kita tak menjalankan salat atau puasa.

Dalam fatwa yang rekamannya beredar luas tersebut, pendukung Khofifah-Emil juga menyebut, umat Islam yang tidak mendukung Khofifah-Emil berarti telah mengkhianati Allah SWT dan Rasulullah.

Fatwa itu kemudian marak dibicarakan, bahkan dilaporkan ke kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena dinilai memecah belah umat.(mj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *