Fatwa Sesat Di Pilgub Jatim Kian Ramai Dibicarakan Warganet

Politik Uncategorized
Bagikan
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Metrojatim.com SURABAYA – Pengguna internet (warganet) rupanya ikut memberi perhatian khusus soal fatwa fardhu ain (wajib bagi setiap umat Islam) memilih Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Di media sosial Twitter, masalah itu sempat menjadi trending topic se-Indonesia.

“Ketika Allah dan Utusan-Nya diajak pemilu #PilihKhofifahFardhuAin,” tulis akun @S_Yudhani.

“Begitulah yang namanya agama sudah dibawa untuk kepenting politik tertentu. Yang namanya fardhu itu merupakan sesuatu yg vital dalam agama. Tidak bisa sembarangan menentukan tanpa dalil yg jelas. Heran saya,” kicau akun @tagegat.

“dasarnya ya cuma supaya bisa menang di pilgub. hahaha dasar.. ada2 aja sih,” komentar @afriani30Dharma.

“Sudah tak usah membuat dalil unutk mengecoh masyarakat saat ini rakyat sudah cerdas,” kata @rohmaajeng.

“#PilihKhofifahFardhuAin edan juga breh. Semakin keruh baskom demokrasi,” kata @zidzul.

Seperti banyak diberitakan media massa serta menjadi perbincangan di media sosial, fatwa yang menuai kontroversi itu dihasilkan dalam pertemuan di Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto, 3 Juni lalu, yang dihadiri Cagub Khofifah Indar Parawansa. Pertemuan itu menghasilkan fatwa bernomor 1/SF-FA/6/2018 yang menyebutkan bahwa setiap umat Islam wajib (fardhu ain) mendukung Khofifah-Emil Elestianto.

Hukum fardhu ain ini dalam Islam seperti ibadah salat dan puasa Ramadhan. Jika kita mengabaikan hal itu, akan diganjar dosa oleh Allah SWT.

Di Facebook, netizen juga ramai membincangkan fatwa itu. @Beni_burhan berkomentar, “Sampek segitunya ya demi kekuasaan.”

@moby_express menulis, “Jangan bawa Al quran dan Allah SWT dalam politik.”

“Maaf pak, saya orang Sampang Jawa Timur. Sebaexnya anda lebih bijak menggunakan LIDAH moe, knp bgitu mudahnya kamoe berfatwa,” tulis @natuldanaan72017.

Meski demikian, ada pula yang mengiyakan fatwa tersebut. “Tadinya sempet bingung mau pilih siapa.. liat gini jadi mantap harus pilih yang mana,” tulis @rakhmania.

Sementara itu, dalam fatwa yang tersebar luas itu juga dinyatakan, umat Islam yang tidak mendukung Khofifah sama dengan mengkhianati Allah SWT dan Rasulullah.

Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim yang juga Tim 9 Khofifah-Emil mengatakan, orang yang memilih Gus Ipul, padahal ada yang lebih baik menurut Asep, yaitu Khofifah, maka orang itu sama saja mengkhianati Allah dan Rasulullah. Hingga kini fatwa itu terus menuai pro-kontra.(mj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *