Polemik PKB Surabaya, Syamsul Arifin Buka-bukaan

Bagikan
  • 33
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    33
    Shares

Nasib PKB Surabaya di ujung tanduk, hal itu dapat ditengarai dari banyaknya desas-desus isu yang merugikan partai. Syamsul Arifin, mantan Ketua PKB Surabaya, mengungkapkan polemik partai yang sempat dipimpinnya. Hal itu ia lakukan untuk meluruskan isu dan demi menjaga kondusifitas dan soliditas partai.

Keinginan Syamsul Arifin untuk mengungkap polemik PKB Surabaya memuncak ketika salah satu anggota DPRD Kota Surabaya Fraksi PKB, Masduki Toha, yang mengklaim bahwa ia menggerakan kegiatan partai melalui Fraksi PKB termasuk pada acara Debat Pilgub Jawa Timur 2018 II yang diselenggarakan oleh KPU Jawa Timur di Gedung Dyandra, Jl. Basuki Rahmat, Surabaya (8/5/2018).

Di bawah ini wawancara Syamsul Arifin

Bagaimana pendapat Anda terkait pernyataan Masduki Toha pada saat momen Debat Pilgub Jatim kemarin (8/5/2018)?

“Saya sangat kecewa, karena Masduki meng-klaim bahwa hanya dirinya yang menggerakkan partai termasuk mendatangkan kader partai untuk hadir dalam acara Debat Pilgub Jatim. Tetapi kekecewaan saya tidak hanya di situ saja.” ujarnya.

Lantas, apa penyebab Anda kecewa terhadap Masduki Toha dan anggota fraksi yang lain (FPKB)?

“Nampaknya ia telah lupa bahwa yang menjadikannya sebagai anggota dewan adalah partai. Tanpa suara partai tidak mungkin Masduki Toha dan yang lain menjadi anggota DPRD Surabaya, karena perolehan suara mereka jauh di bawah perolehan suara partai, ini data yang tidak bisa dipungkiri. Saya katakan lupa karena selama menjabat sebagai anggota Fraksi PKB Surabaya tidak lebih dari 3 kali terlihat mengikuti rapat bahkan tidak pernah hadir dalam acara yang diselenggarakan DPC PKB Surabaya. Tetapi, anehnya di luaran Masduki dan kawan-kawan berbicara seolah-olah ia yang memperjuangkan partai, apalagi dengan meng-klaim Fraksi PKB Surabaya mengambil alih peran DPC yang sudah habis masa periodenya,” ungkap pria yang akrab disapa Cak Syam ini.

Bukankah memang sudah habis masa kepengurusan DPC PKB Surabaya?

“Benar, sudah habis masa kepengurusannya (PKB Surabaya). Tetapi LPP (Lembaga Pemenangan Pemilu) masih terus menjalankan aktivitasnya, salah satunya rekrutmen calon legislatif dan kegiatan-kegiatan lain, Garda Bangsa masih berjalan, Perempuan Bangsa masih aktif, termasuk konsolidasi dengan PAC-PAC. Jadi tidak ada alasan apapun dan tidak harus menunggu adanya SK baru untuk tidak melakukan aktivitas ke DPC PKB Surabaya. Ini sekaligus menjawab pernyataan Mazlan Manshur yang belum mau mendaftar caleg karena alasan SK. Dan itu sama halnya tidak peduli dengan kondisi partai hari ini. Artinya, mereka hanya ingin menikmati enaknya saja tetapi tidak ingin merasakan susahnya. Justru yang seperti inilah yang tidak menjaga soliditas dan kondusifitas partai, karena parnyataan itu diumbar dimana-mana. Dan itu bukan karakter PKB.”

Apa yang Anda maksud dengan karakter PKB?

“Ini tidak berlaku kepada Masduki Toha saja, termasuk Mazlan Manshur dan lain-lain. Bahwa ketika ada persoalan di internal partai mestinya mereka melakukan tabayyun kepada DPC, bukan mengumbar dan membicarakan urusan internal partai kepada pihak luar atau partai lain. Ini yang pernah mereka lakukan dan saya punya bukti tentang hal itu. Meskipun saya kecewa dengan mengumbar masalah internal ke orang lain atau partai lain, saya masih menahan diri. Dan selama kepengurusan saya, sekalipun tidak pernah melaporkan kejelekan kelima anggota FPKB Surabaya ke DPW PKB Jawa Timur dan DPP PKB. Meski saya tahu, ada yang selalu menebar fitnah tentang saya dan DPC ke DPW maupun ke DPP bahkan ke kiai-kiai di Surabaya. Tetapi untuk menjaga kondusifitas partai, saya tidak pernah melakukan propaganda tentang kesalahan anggota FPKB Surabaya.”

“Nah, sempat saya mencurigai. Bahwa apa yang dilakukan anggota Fraksi PKB Surabaya adalah kerja sama dengan partai lain, karena saya punya bukti. Oleh sebab itu, kita jangan terpancing hasutan partai lain yang hendak menghancurkan PKB Surabaya.”

Bagaimana sikap Anda pribadi untuk mengurai polemik partai (DPC PKB Surabaya) yang pernah Anda pimpin?

“Semua harus duduk bersama. Senantiasa melakukan tabayyun ketika ada persoalan, dan itu sudah pernah saya lakukan dengan mengajak semua anggota fraksi untuk duduk bersama membicarakan semua masalah di internal akan tetapi sampai saat ini mereka (anggota FPKB Surabaya) dengan berbagai macam alasan.”

“Secara pribadi dan selaku kader, selama ini dan akan datang, saya siap dipanggil dan diperintah untuk menjaga kebesaran PKB di Surabaya.”

Apa harapan Anda untuk kepengurusan PKB Surabaya selanjutnya?

“Ayo bersatu padu menjadikan PKB lebih baik, guna memunculkan kader yang berkualitas dan berintegritas. Bersih dan mempunyai loyalitas tinggi terhadap partai dan pimpinan partai. Segala sesuatu yang menjadi persoalan internal, mari kita selesaikan secara arif dan bijaksana dengan tradisi NU yaitu tabayun terhadap segala persoalan yang ada. Mari bersama-sama merangkul semua komponen dan elemen masyarakat yang multikultur ini.” (Muv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *